Langsung ke konten utama

Postingan

Keberhasilan Perempuan

By : Dyah Ayu Kirana (Biro Internal KOPRI PMII STAI HAS Menjadi perempuan tidak terlepas dari tuduhan dan tuntutan darii berbagai pihak. Baik dari kerabat, orang asing bahkan diri sendiri. Kontruks sosial yang marak bertebaran dii lingkungan masyarakat, insecurity, hingga social comparison membuat kita terjajah dan terpenjara. Stuck pada pemahaman pemahaman kolot bahwa perempuan tidak memiliki hak dalam kebebasan memilih hidup nya. Kontruks sosial yang terbangun dalam masyarakat seakan menjadi undang undang dan pedoman seperti apa standar keberhasilan kita menjadi perempuan. Kamu disebut perempuan jika bisa masak, kamu disebut perempuan jika bisa berhias, kamu berhasil menjadi perempuan jika mengandung kemudian melahirkan. Yang kemudian kita tega membandingkan diri kita dengan orang lain, mengucilkan diri atau bahkan menyalahkan takdir. Padahal, kamu tidak selalu harus memenuhi standar "keperempuanan" orang banyak. Dengan kamu goreng ikan gosong tapi bisa memperbaiki keran ya...

Ada Apa dengan Opini Jokowi The King of Lip Service?

Oleh : Tiara Lst (Ketua KOPRI PMII STAI HAS) Akhir-akhir ini sosial media digemparkan oleh meme dan opini yang diposting oleh BEM Universitas Indonesia melalui akun twitternya pada hari sabtu, 26 juni 2021. Meme yang berisikan foto Presiden Jokowi memakai mahkota, berlatar belakang bibir dan bertuliskan 'Jokowi: The King of Lip Service' tersebut berisikan kritikan terhadap kepemimpinannya selama menjadi presiden yang kerap kali mengobral janji tetapi seringkali kenyataannya tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan. Sebelum membaca tulisan ini lebih jauh mari kita buang permusuhan dimasa lalu antara cebong dan kamvret , sebab saat ini sudah tahun 2021 dan sudah seharusnya kita bisa move on dari 2019, dimana tidak lagi berbicara sebagai cebong atau kamvret , tetapi sebagai rakyat Indonesia yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengawal pemerintahan dan wakil-wakil rakyat yang memenangkan kontestasi pemilu beberapa tahun silam. Mari membaca tulisan ini berdasarkan sudut p...