Langsung ke konten utama

Puisi "Kepada NU, Aku Jatuh Cinta"

 

Oleh : Dyah Ayu Kirana

(Biro Internal KOPRI PMII STAI Haji Agus Salim Cikarang)


Gelap tenggelam, Terbit Terang.

Telah sampai fajar memancarkan binar.

Perkenalkan, Aku.

Bocah kerdil yang tak menau berteduh.

Kuyup dengan hujan, tersambar petir, terombang ambing oleh badai.

Tanpa sampan, tanpa dayung, tanpa pelampung.


Aku, bocah kencur yang tak sempat memahami apa itu cinta.

Liuk-liuk berjalan hingga sampai pada peraduan.

Aku berteduh, dibawah naungan NU.

Berlatar adab, beratap ilmu, bertopang iman.

Begitu hangat, dengan cinta.

Cinta yang ikhlas, cinta yang damai, cinta yang mencintai perbedaan.

Perkenalkan, ini Aku.


Kepada NU, aku jatuh cinta.

 Cikarang, 27 Mei 2022

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku : Hukum Acara Perdata (M. Yahya Harahap, S.H.)

Nama: Abdul Rozzaq Annur Kurniawan Syawal  Prodi: Hukum Ekonomi Syariah  Judul buku : Hukum Acara Perdata Penulis : M. Yahya Harahap,S.H. Tebal buku : 1018 halaman Tahun terbit : 2019 Buku ini menjelaskan semua poin-poin penting yang harus seseorang ketahui ketika sedang mempelajari hukum acara perdata, di dalamnya memuat hal-hal penting dan buku ini bisa menjadi refrensi penunjang bagi para penggiat ataupun mahasiswa yang akan menjadi atau memiliki gelar Sarjana Hukum {S.H}. Dalam buku ini terdapat 17 bab dengan pembahasan nya tersendiri, pembagian nya antara lain, yaitu : ruang lingkup suara khusus, gugatan permohonan atau gugatan voluntair, ruang lingkup permasalahan gugatan kontentiosa, masuknya pihak ketiga dalam proses perkara yang sedang berjalan, lingkup gugatan citizens lawsuit, preejudicieel geschil, gugatan perwakilan kelompok, kekuasaan mengadili, tatacara pengadilan dan proses mendahuluinya, putusan akta perdamaian dalam rangka sistem mediasi, penyitaan, proses ac...

Perempuan dengan Tantangan dan Kemajuan

  Oleh : Putri Nilam Cahya Ramadan Direktur Lembaga Kepenulisan STAI Haji Agus Salim Sebagai perempuan yang menyadari betul seberapa pentingnya peran yang kita miliki, tentu saja tidak lepas dari banyaknya tantangan yang harus di hadapi, tidak sedikit pula stigma negatif di dalam masyarakat yang masih memandang perempuan sebagai makhluk nomer dua, di anggap bertentangan dengan tradisi, di nilai tidak layak untuk mendapatkan kesempatan yang sama dengan laki laki, ruang gerak yang cenderung di persempit, serta di anggap tidak pantas berkontribusi dalam berbagai bidang. Kalau kata mba Najwa Sihab “Harga diri tidak di tentukan oleh oranglain melainkan berdasarkan pengenalan atas diri sendiri, tau kekuatan dan kekurangan sendiri.” Tidak ada yang lebih mengenal diri kita sebagai perempuan kalau bukan kita sendiri, oleh karena itu menjadi sangat penting bagi perempuan untuk bisa berdaya dan mempu berdiri di kaki sendiri tanpa bergantung pada siapapun. Hal ini di perkuat dengan i...

Bulan Ramadan Menurut Para Ulama Tauhid Ahlussunnah Wal Jamaah

  Oleh : Iqbal Nurramadhani (Anggota Bidang Eksternal PMII STAI HAS)  Bulan Ramadan, bulan yang penuh keberkahan dan keutamaan, merupakan momen yang tepat untuk mendalami ketauhidan berdasarkan ajaran yang terdapat dalam hadis t -hadis t sahih. Hadis t -hadis t ini memberikan panduan yang jelas bagi umat Islam dalam memperdalam pemahaman mereka tentang hubungan dengan Sang Pencipta. Salah satu hadis t yang menjadi pedoman dalam memahami ketauhidan adalah hadis t Qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, di mana Allah SWT berfirman, "Aku adalah Jauhari yang tersembunyi, maka Aku menciptakan makhluk agar mengenal-Ku." Hadis ini menggambarkan betapa pentingnya manusia untuk mengenal dan menyadari keberadaan Allah sebagai Pencipta dan Tuhan yang Maha Esa. Selain itu, hadis tentang pentingnya membaca Al-Quran juga menekankan pada ketauhidan. Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik di antara kamu adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya." Dalam bu...