Langsung ke konten utama

MOKEL

 


Oleh : Neni Nuraeni (Anggota Biro Internal KOPRI)

                Ya, bukankah tidak asing dengan kata mokel ini? Belakangan ini kata mokel sangatlah viral yang dimana mokel adalah berbuka puasa dengan sengaja tanpa adanya alasan atau tanpa adanya udzur sebelum datangnya waktu berbuka puasa tiba.

Membatalkan puasa dengan sengaja tanpa adanya uzur dilarang dalam Islam. Bahkan, seorang muslim yang melakukan hal tersebut harus menanggung sejumlah konsekuensi selain mengqadha puasanya.

Memang terdapat sejumlah golongan yang diperbolehkan untuk membatalkan puasa secara sengaja, seperti musafir, orang sakit, orang tua yang tidak berdaya, wanita hamil dan menyusui. Selain golongan tersebut, maka tidak diperbolehkan membatalkan puasa dengan disengaja. Lalu? Apakah anda yang sehat, masih muda, masih gagah akan melakukan mokel?

Maka ternyata mokel ini termasuk dosa besar, Imam Adz-Dzahabi dalam kitab karangan nya yaitu kitab Al-Kabair : menggolongkan bahwasannya mokel tersebut termasuk golongan dosa besar ke-6. Sebagaimana dituliskan dalam kitabnya :

الكبيرة السادسة الافطار يوم من رمضن بلا عذر

Alkabirotus saadisatu : “Afthaaru yauman min romadhon bil udzuri.”

Artinya : “Adapun dosa besar yang ke-6, yaitu berbuka puasa di bulan Ramadhan tanpa adanya udzur (alasan).

                Konsekuensi Orang yang Membatalkan Puasa dengan Sengaja

Konsekuensi yang diterima selain mengqadha puasanya yaitu berdosa besar karena melanggar perintah Allah dan sebagian ulama mewajibkan mereka membayar kaffarah sebagai sanksi atas tindakannya. Kaffarah tersebut sama seperti orang yang melakukan hubungan suami istri pada siang hari di bulan Ramadan, yaitu melakukan salah satu dari hal berikut:

1. Memerdekakan budak

2. Berpuasa selama dua bulan berturut-turut

3. Memberi makan 60 fakir miskin

 

Mengutip dari Kitab Fiqih Sunnah karya dari  Sayyid Sabiq, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ أَفْطَرَ يَوْمًا مِنْ رَمَضَانَ فِى غَيْرِ رُخْصَةٍ رَخَّصَهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ لَمْ يَقْضِ عَنْهُ وَإِنْ صَامَ الدَّهْرَ كُلَّهُ

Artinya: "Barangsiapa tidak puasa satu hari di bulan Ramadhan tanpa adanya keringanan yang Allah 'azza wa jalla berikan kepadanya, maka tidak akan bisa menjadi ganti darinya, sekalipun ia berpuasa selama satu tahun," (HR Abu Hurairah).

 

 

 

 

Hadits ini menjelaskan apabila orang yang melakukan mokel tersebut mengganti puasanya, qadhanya tidak setara dengan satu puasa di bulan Ramadan.

Melalui kitab Faidhul Qadir karya Syekh Abdurrauf Al-Munawi menjelaskan satu hari puasa Ramadan yang ditinggalkan, tidak sama keutamaannya dibanding puasa di luar bulan Ramadan meskipun puasa tersebut dilakukan terus menerus.

                Jadi, orang yang melakukan mokel tersebut tidak bisa mengganti puasa yang dia batalkan satu hari tersebut dengan tanpa alasan (udzur) meskipun dia harus berpuasa selama setahun berturut turut.

Beberapa tips menghindari mokel saat puasa

1.       Sahur dengan makanan yang mengenyangan

Pilihlah makanan yang lambat dicerna seperti nasi, roti gandum dan oatmeal untuk sahur agar perut terasa kenyang lebih lama saat berpuasa.

2.       Porsi makan yang tepat

Jangan makan berlebihan saat sahur, karena hal ini dapat membuat anda akan merasa lebih lapar sepanjang hari.

3.       Pengalihan perhatian

Sibukkan diri dengan aktivitas yang bermanfaat seperti mengaji, bekerja, dan belajar agar mengalihkan perhatian dari rasa lapar.

4.       Hidari pikiran tentang makan

Hindari melihat, menonton atau membaca tentang makanan yang dapat memicu keinginan untuk makan/minum.

 

NOTE : diambil dari kita AL-KABAIR karya dari Imam Adz-Dzahabi.

 

 

 

                                                                                                           

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

May Day

 Oleh : Putri Nilam Cahya Ramadan Bendahara KOPRI STAI Haji Agus Salim Setiap tahun tepat pada tanggal 1 Mei ada moment penting bagi kelas pekerja di seluruh dunia yang biasa di kenal dengan *May Day* May day bukan hanya sekedar hari libur nasional atau seremonial formal tapi juga hari dimana perlawanan terhadap tatanan kapitalisme global yang menindas rakyat demi segilintir elit dengan segala kepentingan nya. Buruh di paksa menerima upah kecil , p etani di gusur, di diskriminasi bahkan tanah mereka di rampas , n elayan kehilangan ruang hidup karena reklamasi ,   p erempuan menjadi lapis ganda penindasan di tempat kerja, di rumah, di struktur sosial patriarki Semua ini adalah pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Tahun ini ada enam tuntutan buruh yang perlu kita sama-sama kita suarakan 1.       Hapus sistem outsorching 2.       Bentuk satgas PHK 3.       Wujudkan upah layak 4.  ...

16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

Oleh : Putri Nilam Cahya Ramadan Lembaga Kepenulisan PMII STAI Haji Agus Salim              Dewasa ini kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi sorotan publik di seluruh negara. Segala bentuk kekerasan sama sekali tidak di benarkan oleh karena itu setiap tahun pada tanggal 25 November sampai tanggal 10 Desember di adakan kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia. Berawal dari sebuah gagasan yang di usung oleh woman’s global leadership institute dan di sponsori oleh center for woman’s global leaderrship. Kampanye ini di laksanakan oleh UN Women (Organisasi PBB atau Perserikatan Bang Bangsa) guna merealisasikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Di indonesia sendiri kampanye ini sudah berlangsung selama 22 tahun, segala bentuk upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan telah di laksanakan oleh banyak masyarakat di berbagai daerah seperti sosialisasi yang di lakukan oleh komnas perempuan dan masyarakat si...

Perempuan dengan Tantangan dan Kemajuan

  Oleh : Putri Nilam Cahya Ramadan Direktur Lembaga Kepenulisan STAI Haji Agus Salim Sebagai perempuan yang menyadari betul seberapa pentingnya peran yang kita miliki, tentu saja tidak lepas dari banyaknya tantangan yang harus di hadapi, tidak sedikit pula stigma negatif di dalam masyarakat yang masih memandang perempuan sebagai makhluk nomer dua, di anggap bertentangan dengan tradisi, di nilai tidak layak untuk mendapatkan kesempatan yang sama dengan laki laki, ruang gerak yang cenderung di persempit, serta di anggap tidak pantas berkontribusi dalam berbagai bidang. Kalau kata mba Najwa Sihab “Harga diri tidak di tentukan oleh oranglain melainkan berdasarkan pengenalan atas diri sendiri, tau kekuatan dan kekurangan sendiri.” Tidak ada yang lebih mengenal diri kita sebagai perempuan kalau bukan kita sendiri, oleh karena itu menjadi sangat penting bagi perempuan untuk bisa berdaya dan mempu berdiri di kaki sendiri tanpa bergantung pada siapapun. Hal ini di perkuat dengan i...