Langsung ke konten utama

Gender I: Definisi Gender dan Pengaruhnya di Masyarakat



Oleh: Mujahidah Sakinah (Koordinator Biro Eksternal Kopri)


Gender berasal dari bahasa Latin, yaitu "genus", berarti tipe atau jenis. Gender adalah sifat dan perilaku yang dilekatkan pada laki-laki dan perempuan yang dibentuk secara sosial maupun budaya.  Karena dibentuk oleh sosial dan budaya setempat, maka gender tidak berlaku selamanya tergantung kepada waktu (trend) dan tempatnya. Gender ditentukan oleh sosial dan budaya setempat sedangkan seks adalah pembagian jenis kelamin yang ditentukan oleh Tuhan. Gender juga dapat disimpulkan Seperangkat sikap, peran, tanggung jawab, fungsi, hak, dan perilaku yang melekat pada diri laki laki dan perempuan akibat bentukan budaya atau lingkungana masyarakat tempat manusia itu tumbuh dan dibesarkan. 

Masyarakat yang sadar gender akan menjadi lebih  sensitif gender, yaitu : memilki kepekaan bahwa ketidaksetaraan gender dapat menimbulkan ketidakadilan sosial, masyarakat yang sensitif gender  akan  menjadi masyarakat yang mawas gender, yaitu  masyarakat yang mempunyai  cara pandang bahwa konstruksi gender dapat mempengaruhi kehidupan sosial dan kebijakan publik. Dengan mawas gender maka masyarakat akan peduli gender , mau berperan aktif dalam berbagai upaya untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender di masyarakat. 

Penyebab ketidaksetaraan gender ini terjadi karena suatu keadaan di mana adanya perlakuan atau tindakan yang tidak adil pada jenis kelamin tertentu. Ketimpangan gender lebih sering terjadi pada jenis kelamin perempuan. Awal mula terjadinya ketimpangan gender pada perempuan disebabkan oleh rendahnya Pendidikan. Ini menunjukkan bahwa perbedaan pendidikan menjadi awal mula derajat perempuan lebih rendah dibandingkan laki-laki sehingga perempuan menjadi korban dari budaya patriarki.

Budaya patriarki merupakan sebuah sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai sosok otoritas utama yang sentral dalam organisasi sosial. Menurut Trianton ketidaksetaraan gender akibat budaya patriarki antara peran laki-laki dan perempuan menjadi salah satu hambatan yang menyebabkan individu dalam masyarakat tidak memiliki akses yang sama. Patriarki mendudukan posisi perempuan sebagai makhluk yang lemah (inferior), sedangkan laki-laki sebagai makhluk yang kuat (superior). Akibatnya terjadi kesenjangan antara laki-laki dan perempuan. Kedudukan laki-laki terlihat lebih tinggi dibandingkan Perempuan. Dominasi laki-laki tidak hanya mencakup ranah personal saja, melainkan juga dalam ranah yang lebih luas seperti partisipasi politik, pendidikan, ekonomi, sosial, hukum dan lain-lain.

Dapat dikatakan bahwa dengan adanya budaya patriarkhi yang melekat di antara lakil-aki dan perempuan menyebabkan adanya perbedaan perlakuan, peran, dan kedudukan antara laki-laki dan perempuan dalam berbagai hal. Maraknya kasus kekerasan seksual di Indonesia selama tahun 2021 menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai kesetaraan gender yang sejati. Perubahan budaya, nilai-nilai, dan norma-norma yang tidak mendukung diskriminasi.

Maka dari itu harus adanya kesetaraan gender, kesetaraan gender menjadi suatu konsep yang penting dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan politik di Indonesia maupun di negara-negara lain. Ketidaksetaraan gender dalam hal pendidikan, pekerjaan, dan akses terhadap kebijakan publik masih menjadi tantangan besar yang perlu diatasi. Diperlukan langkah-langkah konkret untuk memastikan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama dalam segala aspek kehidupan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

May Day

 Oleh : Putri Nilam Cahya Ramadan Bendahara KOPRI STAI Haji Agus Salim Setiap tahun tepat pada tanggal 1 Mei ada moment penting bagi kelas pekerja di seluruh dunia yang biasa di kenal dengan *May Day* May day bukan hanya sekedar hari libur nasional atau seremonial formal tapi juga hari dimana perlawanan terhadap tatanan kapitalisme global yang menindas rakyat demi segilintir elit dengan segala kepentingan nya. Buruh di paksa menerima upah kecil , p etani di gusur, di diskriminasi bahkan tanah mereka di rampas , n elayan kehilangan ruang hidup karena reklamasi ,   p erempuan menjadi lapis ganda penindasan di tempat kerja, di rumah, di struktur sosial patriarki Semua ini adalah pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Tahun ini ada enam tuntutan buruh yang perlu kita sama-sama kita suarakan 1.       Hapus sistem outsorching 2.       Bentuk satgas PHK 3.       Wujudkan upah layak 4.  ...

16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

Oleh : Putri Nilam Cahya Ramadan Lembaga Kepenulisan PMII STAI Haji Agus Salim              Dewasa ini kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi sorotan publik di seluruh negara. Segala bentuk kekerasan sama sekali tidak di benarkan oleh karena itu setiap tahun pada tanggal 25 November sampai tanggal 10 Desember di adakan kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia. Berawal dari sebuah gagasan yang di usung oleh woman’s global leadership institute dan di sponsori oleh center for woman’s global leaderrship. Kampanye ini di laksanakan oleh UN Women (Organisasi PBB atau Perserikatan Bang Bangsa) guna merealisasikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Di indonesia sendiri kampanye ini sudah berlangsung selama 22 tahun, segala bentuk upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan telah di laksanakan oleh banyak masyarakat di berbagai daerah seperti sosialisasi yang di lakukan oleh komnas perempuan dan masyarakat si...

Perempuan dengan Tantangan dan Kemajuan

  Oleh : Putri Nilam Cahya Ramadan Direktur Lembaga Kepenulisan STAI Haji Agus Salim Sebagai perempuan yang menyadari betul seberapa pentingnya peran yang kita miliki, tentu saja tidak lepas dari banyaknya tantangan yang harus di hadapi, tidak sedikit pula stigma negatif di dalam masyarakat yang masih memandang perempuan sebagai makhluk nomer dua, di anggap bertentangan dengan tradisi, di nilai tidak layak untuk mendapatkan kesempatan yang sama dengan laki laki, ruang gerak yang cenderung di persempit, serta di anggap tidak pantas berkontribusi dalam berbagai bidang. Kalau kata mba Najwa Sihab “Harga diri tidak di tentukan oleh oranglain melainkan berdasarkan pengenalan atas diri sendiri, tau kekuatan dan kekurangan sendiri.” Tidak ada yang lebih mengenal diri kita sebagai perempuan kalau bukan kita sendiri, oleh karena itu menjadi sangat penting bagi perempuan untuk bisa berdaya dan mempu berdiri di kaki sendiri tanpa bergantung pada siapapun. Hal ini di perkuat dengan i...