Langsung ke konten utama

Ramadan Segera Berakhir, Sedih atau Senang?

 


Oleh: Muhammad Jaenal (Anggota PMII STAI HAS)

Di mana ada pertemuan, pasti akan ada perpisahan. Di mana ada awal, pasti akan ada akhir. That’s life.

Tak terasa kita mulai memasuki penghujung bulan suci Ramadan. Tidak terasa hampir sebulan kita menjalani ibadah di bulan Ramadan. Dan saatnya kita berpisah dengan bulan yang penuh barokah, bulan yang penuh rahmat dan ampunan Allah, serta bulan di mana banyak yang dibebaskan dari siksa neraka.

Sementara itu, belum tentu kita akan dipertemukan kembali dengan bulan suci di hari berikutnya. Bahkan, dikatakan celaka bila tidak dapat memanfaatkan hari-hari Ramadan dengan menimba pahala sebanyak-banyaknya, dan hanya mendapatkan lapar serta dahaga.

Ramadan begitu singkat dan cepat sebentar lagi kita akan merayakan hari raya. Perasaan hati antara gembira dan sedih, gembira karna akan merayakan hari raya idul fitri, hari kemenangannya umat islam, semantara sedih karna akan berpisah dengan bulan suci Ramadan. Setiap tahun bulan Ramadan pasti ada. tetapi yang dihawatirkan adalah umur kita sampai atau tidak kepada bulan Ramadan selanjutnya?.

Malaikat Menangis di Penghujung Ramadan

Bahkan para melaikatpun bersedih atas kepergian bulan Ramadan. sebagai mana mengutip dari kitab Durratun Nasihin bab keutamaan puasa. Ada salah satu hadist  Nabi. Rasulullah SAW bersabda :

“Apa bila malam akhir bulan Ramadan, maka menangislah semua langit, bumi dan para malaikat-malaikat karena musibah yang menimpa umat Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah ditanya : ”musibah apakah itu, yaa Rasulullah?”

Beliau Rasulullah  menjawab : ”perginya bulan Ramadan, karena di dalam bulan Ramadan itu, semua do’a dikabulkan, semua shodaqoh diterima dan semua kebaikan dilipatkan pahalanya serta siksa pun ditolak atau dihentikan”.

Apakah ada musibah atau bencana yang lebih besar dari perginya bulan Ramadan? kalau semua langit dan bumi menangis sebab kepentingan kita, maka tentunya kita lebih berhak menangis dan lebih sayang dengan terputusnya segala keutamaan dan kemuliaan ini.

Terlebih dulu perlu kita pahami berikut. Tentang keutamaan bulan ramadan berdasarkan hadits Rasulullah dinukil dari kitab Durratun Nashihin yang ditulis Syekh Utsman bin hasan:

عن ابن عباس رضي الله عنهما أنه قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول : لو تعلم أمتي ما في رمضان لتمنوا أن تكون السنة كلها رمضان. لأن الحسنة فيه مجتمعة والطاعة مقبولة والدعوات مستجابة والذنوب مغفورة والجنة مشتاقة لهم

Dari ibnu Abbas r.a  saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : Jikalau umatku mengetahui apa yang ada di bulan Ramadan sungguh mereka akan berharap dalam satu tahun semuanya dijadikan bulan Ramadan, karena semua kebaikan yang ada di bulan Ramadan dikumpulkan, semua ibadah diterima, doa akan dikabulkan, dosa akan diampuni dan surga dibuka untuk mereka.

Kalau kita mengetahui betapa banyak hikmah dan kebaikan dari hadirnya bulan ini, sungguh kita akan berharap semua bulan yang lain menjadi Ramadan karena keutamaannya, pahala ibadah yang tiada batas, Segala dosa akan diampuni dan di dalamnya juga terdapat salah satu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan yaitu malam Lailatul Qodar.

Pesan Perpisahan Ramadan

Rangkaian kata-kata yang indah dan menyentuh hati setip muslim dengan penuh keimanan Mengutif dari kitab lathoif al ma'arif, halaman 380

Ibnu rajab Al-Hambali Rahimahullah berkata:

“Wahai hamba Allah, bulan Ramadan telah bersiap- siap untuk berangkat. Tidak ada lagi yang tersisa kecuali saat-saat yang singkat. Barangsiapa yang telah melakukan kebaikan selama ini, hendaklah ia menyempurnakannya. Barangsiapa yang malah sebaliknya, hendaklah ia memperbaikinya dalam waktu yang masih tersisa. Karena ingatlah amalan itu dinilai dari akhirnya.

Manfaatkanlah malam-malam dan hari-hari Ramadan yang masih tersisa, serta titipkanlah amalan sholih yang dapat memberi kesaksian kepadamu nantinya di hadapan al malikul 'alam (sang penguasa hari pembalasan). Lepaskanlah kepergian (bulan Ramadan) dengan ucapan salam yang terbaik :

"Salam dari Ar-Rahman (Allah) pada setiap zaman. Atas sebaik-baik bulan yang hendak berlalu. Salam atas bulan di mana puasa dilakukan. Sungguh ia adalah bulan yang penuh rasa aman dari Ar-Rahman. Jika hari-hari berlalu tak terasakan. Sungguh kesedihan hati untuk tak pernah hilang."

Bagaimana air mata tak mengalir, ketika panjang usia belum tentu menggapai Ramadan di tahun yang akan hadir. Bagaimana hati ini tidak gundah, bila amal ibadah belum jua bertambah. Semoga Allah azza wajalla berkenan memberikan hidayah-nya dan mengizinkan kita kembali memeluk Ramadan yang penuh berkah.

Wallahu A’lam Bishawab, Semoga bermaanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku : Hukum Acara Perdata (M. Yahya Harahap, S.H.)

Nama: Abdul Rozzaq Annur Kurniawan Syawal  Prodi: Hukum Ekonomi Syariah  Judul buku : Hukum Acara Perdata Penulis : M. Yahya Harahap,S.H. Tebal buku : 1018 halaman Tahun terbit : 2019 Buku ini menjelaskan semua poin-poin penting yang harus seseorang ketahui ketika sedang mempelajari hukum acara perdata, di dalamnya memuat hal-hal penting dan buku ini bisa menjadi refrensi penunjang bagi para penggiat ataupun mahasiswa yang akan menjadi atau memiliki gelar Sarjana Hukum {S.H}. Dalam buku ini terdapat 17 bab dengan pembahasan nya tersendiri, pembagian nya antara lain, yaitu : ruang lingkup suara khusus, gugatan permohonan atau gugatan voluntair, ruang lingkup permasalahan gugatan kontentiosa, masuknya pihak ketiga dalam proses perkara yang sedang berjalan, lingkup gugatan citizens lawsuit, preejudicieel geschil, gugatan perwakilan kelompok, kekuasaan mengadili, tatacara pengadilan dan proses mendahuluinya, putusan akta perdamaian dalam rangka sistem mediasi, penyitaan, proses ac...

Perempuan dengan Tantangan dan Kemajuan

  Oleh : Putri Nilam Cahya Ramadan Direktur Lembaga Kepenulisan STAI Haji Agus Salim Sebagai perempuan yang menyadari betul seberapa pentingnya peran yang kita miliki, tentu saja tidak lepas dari banyaknya tantangan yang harus di hadapi, tidak sedikit pula stigma negatif di dalam masyarakat yang masih memandang perempuan sebagai makhluk nomer dua, di anggap bertentangan dengan tradisi, di nilai tidak layak untuk mendapatkan kesempatan yang sama dengan laki laki, ruang gerak yang cenderung di persempit, serta di anggap tidak pantas berkontribusi dalam berbagai bidang. Kalau kata mba Najwa Sihab “Harga diri tidak di tentukan oleh oranglain melainkan berdasarkan pengenalan atas diri sendiri, tau kekuatan dan kekurangan sendiri.” Tidak ada yang lebih mengenal diri kita sebagai perempuan kalau bukan kita sendiri, oleh karena itu menjadi sangat penting bagi perempuan untuk bisa berdaya dan mempu berdiri di kaki sendiri tanpa bergantung pada siapapun. Hal ini di perkuat dengan i...

Bulan Ramadan Menurut Para Ulama Tauhid Ahlussunnah Wal Jamaah

  Oleh : Iqbal Nurramadhani (Anggota Bidang Eksternal PMII STAI HAS)  Bulan Ramadan, bulan yang penuh keberkahan dan keutamaan, merupakan momen yang tepat untuk mendalami ketauhidan berdasarkan ajaran yang terdapat dalam hadis t -hadis t sahih. Hadis t -hadis t ini memberikan panduan yang jelas bagi umat Islam dalam memperdalam pemahaman mereka tentang hubungan dengan Sang Pencipta. Salah satu hadis t yang menjadi pedoman dalam memahami ketauhidan adalah hadis t Qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, di mana Allah SWT berfirman, "Aku adalah Jauhari yang tersembunyi, maka Aku menciptakan makhluk agar mengenal-Ku." Hadis ini menggambarkan betapa pentingnya manusia untuk mengenal dan menyadari keberadaan Allah sebagai Pencipta dan Tuhan yang Maha Esa. Selain itu, hadis tentang pentingnya membaca Al-Quran juga menekankan pada ketauhidan. Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik di antara kamu adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya." Dalam bu...